Showing posts with label #exploreJOGJA. Show all posts
Showing posts with label #exploreJOGJA. Show all posts

Tuesday, February 16, 2016

INDRAYANTI's BEACH

Sumber : Dokumen Pribadi
Sumber : Dokumen Pribadi
Sumber : Dokumen Pribadi

Desir angin dan deburan ombak pantai inderayanti bersinergi bersama pasir putih dan batuan tebing disekelilingnya menjadi sebuah kesatuan yang khas. Sebuah kesatuan khas yang dapat di saksikan dan dirasakan oleh seluruh mata pelancong yang datang. 

Pantai inderayanti terletak di sebelah timur Pantai Sundak, Gunungkidul-Yogyakarta. Butuh waktu panjang untuk sampai di tempat seindah ini, namun tak akan menjadi hal yang mubajir ketika raga sudah menginjakan kaki di pantai Inderayanti (hehehe). 

Kala itu, saya datang ketika pantai Inderayanti sedang dalam keadaan surut, nampak lumut-lumut yang mengurangi keindahan pemandangan saya selaku pelancong. Meskipun demikian, saya tetap menikmati keberadaan saya disana. Pasir putih dan batuan tebing bak menjadi penghibur yang teramat saya nikmati. 

Berdasarkan sumber ini , ternyata pantai Inderanti bukanlah nama asli dari pantai yang terkenal dengan pasirnya yang putih & batuan tebingnya yang menjulang tinggi. Pantai pulang syawal adalah nama aslinya, pemerintah menamainya demikian, namun pada kenyataannya nama Inderayanti jauh lebih populer daripada nama Pulang Syawal. Padahal nama Indrayanti merupakan nama salah satu pemilik cafe dan restoran yang namanya terpampang di papan nama cafe dan restoran pantai tersebut, akhirnya masyarakat menyebut pantai ini dengan nama Pantai Indrayanti. [ria]

 

Saturday, February 6, 2016

CANDI PRAMBANAN

-One Of Signature From Indonesia-

Sumber : Click here
Sumber : Dokumentasi Pribadi







































Candi Prambanan tidak kalah tenar loh dengan Candi Borobudur. Keduanya memang menjadi tempat wisata yang wajib disinggahi jika kita berada di Yogyakarta. Karena kenapa ?, kembali lagi ke pembahasan tentang icon, di postingan sebelumnya saya pernah menyinggung tentang kata-kata "icon". Nah... harus sepakat jika kita memang wajib menobatkan Candi Prambanan dan Candi Borobudur sebagai salah dua icon dari Yogyakarta. Sekarang kita bahas Candi Prambanan saja dulu ya, soalnya saya hanya sempat mengunjungi Candi Prambanan, dan itupun diwaktu-waktu terakhir saat di Yogyakarta. Hehe...

Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Kompleks candi Prambanan letaknya sangat unik, yakni terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten. Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia. Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, pada masa kerajaan Medang Mataram. (Sumber : Click Here)

Di kawasan Candi Prambanan kita tidak hanya dimanjakan dengan pemandangan artistik candi-candinya, namun kita juga dimanjakan dengan adanya pasar oleh-oleh yang lumayan komplit dengan harga yang cukup miring dibandingkan pasar malioboro, menurut saya (tapi harus jago nawar juga ya hehe).[ria] 


Monday, December 14, 2015

TUGU JOGJA

Sumber : Dokumentasi Pribadi
Mengunjungi suatu daerah tanpa singgah di tempat yang sudah sangat khas dengan daerah tersebut tentu akan membuat hati gegana (hehe). Apalagi jika tempat tersebut mempunyai icon tertentu yang jika orang lain melihat kita berphoto didekatnya, maka dengan mudah orang tersebut dapat menebak lokasi kita berphoto. Seperti halnya Paris yang mempunyai menara eifel, dan Jakarta yang mempunyai monas (monument nasional), Yogyakarta-pun patut berbangga karena mempunyai “tugu pal putih” yang sudah teramat iconic.

Tugu Yogyakarta merupakan sebuah tugu atau monumen yang sering dipakai sebagai simbol atau lambang dari kota Yogyakarta. Tugu ini dibangun oleh Hamengkubuwana I, pendiri kraton Yogyakarta. Tugu ini terletak di perempatan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Margo Utomo (sumber : wikipedia).

Disarankan kepada para wisatawan yang hendak mengunjungi tugu jogja, untuk datang kesana pada malam hari, selain lebih aman karena arus kendaraan tidak seramai siang hari, suasana tugu jogja pun akan terasa lebih indah pada malam hari.[ria]   

Tuesday, November 17, 2015

KALIBIRU

(what a beautiful place)


Sumber : Dokumen Pribadi
Sumber : Dokumen Pribadi
Yep, lets to talking about “KALIBIRU”.
Kalibiru terletak di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo. Kalibiru merupakan hutan wisata yang dikelola oleh masyarakat setempat. Tempat tersebut dilengkapi dengan jalur tracking, gardu pandang, camping ground, homestay, dan fasilitas outbond dengan suguhan landscap berupa ‘Perbukitan Menoreh’ yang menghijau serta panorama ‘Waduk Sermo’.

Rute menuju Kalibiru cukup menanjak dan unpredictable, jadi sangat disarankan untuk membawa orang yang memang sudah berpengalaman melalui rute tersebut (minimal sebagai penunjuk rute dan medan jalan). Selain itu, bagi wisatawan yang membawa kendaraan sendiri baik mobil ataupun motor haruslah yang memang sudah handal dalam berkendara, mengingat rute dan medan yang akan dilalui cukup menanjak dan licin jika turun hujan. Pastikan juga rem kendaraan berfungsi dengan sangat baik.  

Bagi wisatawan yang ingin menikmati keasrian dan keindahan alam di Kalibiru cukup membayar tiket masuk Rp. 3000 saja (update juni 2015). Dan untuk biaya parkir motor yaitu Rp. 2000, sedangkan mobil Rp. 5000.

Jika sudah menginjakan kaki di Kalibiru haruslah menaiki gardu pandang yang menjadi post favorite para wisatawan. Melalui gardu pandang tersebut dapat terlihat view berupa hijaunya hutan dan Perbukitan Menoreh, birunya langit serta damainya aliran Waduk Sermo. Gardu pandang juga menjadi spot berphoto yang sangat ciamik, jika tidak mendapatkan photo diatas gardu pandang maka akan ada rasa yang kurang lengkap. Bahkan motivasi utama wisatawan pergi ke Kalibiru lebih banyak adalah untuk berphoto diatas gardu pandang dengan view yang sudah iconic dengan Kalibiru itu. FYI, untuk kenyamanan bersama dan alasan keselamatan, setiap pengunjung yang ingin berfoto di tempat tersebut diharuskan membayar biaya tambahan sebesar Rp 10.000. Selain itu, kapasitas maksimal orang yang bisa menaiki gardu pandang hanyalah 2 orang saja, mengingat gardu pandang tersebut memang terbuat dari kayu dengan tiang penyangga alami dari pohon.[ria]